Tentang Partai Hijau Indonesia

  • May 10, 2016

Adalah partai politik pertama di Indonesia yang benar-benar dikuasai oleh kita sendiri dan memiliki tujuan yang melampaui ide politik manapun!

Partai Hijau Indonesia memastikan impian ini dapat terjadi karena mempraktikkan prinsip demokrasi akar-rumput (partisipatoris) dan prinsip politik hijau lainnya, seperti: keberlanjutan hidup, kearifan ekologis, keragaman dan keadilan sosial. Prinsip-prinsip politik hijau ini, menjadikannya mustahil untuk seorang bandar atau sekelompok elit mendominasi dan menyelewengkan nilai-nilai universal yang kita yakini tersebut.

Itu sebabnya, Partai Hijau Indonesia merupakan tempat terbaik bagi pegiat anti korupsi, anti nuklir, hak asasi manusia, eksponen mahasiswa 1998, pecinta alam, pengusaha mikro, petani organik dan bahkan orang biasa sekalipun untuk mengembangkan kepentingan dan membangun karir politiknya. Karena itulah demokrasi yang sejati.

Kita melakukannya karena kita muak dengan praktik partai politik yang ada. Tapi, daripada sekadar membenci dan membiarkan praktik busuk itu semakin mengakar, kita memilih berjuang untuk mengubahnya. Kita akan memuliakan kembali politik sebagaimana mestinya.

Sejarah ini segera datang. Jangan sampai kamu menyesal karena tidak menjadi bagiannya!

 

SEJARAH

Partai Hijau Indonesia telah melalui perjuangan panjang gerakan sosial dan politik di Indonesia. Dari mulai kesadaran sosialisme, nasionalisme hingga kesadaran universalisme. Dari gerakan kiri, tengah dan kanan hingga kesadaran untuk melampauinya dengan berusaha untuk di depan, yakni: untuk masa depan dan kehidupan yang lestari. Dari yang terpecah-pecah antara gerakan anti korupsi, buruh, hak asasi manusia, lingkungan, perempuan dan lain sebagainya hingga berhimpun bersama menjadi kekuatan politik baru: politik jilid ketiga (Politik 3.0).

Sejarah Partai Hijau Indonesia dalam sudah dapat dilihat dalam versi timeline. Meski demikian, berikut ini perjalanan sejarah Partai Hijau Indonesia yang dikemas secara ringkas :

1970-an : Bangkitnya kesadaran dan perlawanan akan pembangunan yang keliru yang semakin menciptakan kesenjangan ekonomi, maraknya praktik korupsi dan militerisme.

1980 – 1998 : Berkembangnya organisasi masyarakat sipil, seperti: Bina Desa dan Walhi.

1998 : Tumbangnya Orde Baru dan dimulainya pembangunan kesadaran politik yang ditandai dengan didirikannya Partai Hijau (21 Oktober 1998). Sayangnya, partai politik ini gagal lolos dalam Pemilu 1999.

2005 : Walhi mulai mempersiapkan dan memperluas gerakan politik dengan membentuk Badan Pekerja Persiapan Pembangunan Organisasi Politik Kerakyatan (BP3OPK) pada 4 Maret 2005.

2006 : Politik Hijau mulai diperkenalkan melalui pembentukan Blok Politik Hijau pada 24 April 2006.

2007 : Organisasi massa untuk mewadahi perjuangan politik hijau dibentuk dengan nama Sarekat Hijau Indonesia (6 Juli 2007).

2012 : Partai Hijau Indonesia dideklarasikan di Bandung (5 Juni 2012).

2012 – 2016 : Pembangunan dan pendirian Partai Hijau Indonesia dirintis.